Ditulis pada 18 Agustus 2008 oleh san
Punya sandal jepit putus seperti punya saya? Sebal? Kesal? Jangan dibuang dulu. Biasanya saya melakukan tindakan darurat dengan menggunakan peniti atau paper clip untuk menahan bagian bawah poros. Office boy di kantor tempat saya sempat bekerja mengajarkan secara tidak langsung bagaimana membuat sandal yang sudah putus bisa digunakan lagi.
Baca lebih lanjut »
DIarsipkan di bawah: lingkungan | yang berkaitan: sandal jepit, sandal putus | 3 Komentar »
Ditulis pada 4 Juli 2008 oleh san
Lahan yang sempit memang membuat kegiatan berkebun jadi kurang leluasa, namun dengan memanfaatkan ruang secara vertikal, berkebun menjadi lebih menyenangkan dengan kuantitas yang dapat ditingkatkan. Vertikultur adalah pola bercocok tanam yang menggunakan wadah tanam vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan. Pada kesempatan ini saya tertarik mencoba vertikultur dengan bambu berdiri sebagai wadahnya. Karena skalanya percobaan, saya hanya menggunakan dua batang bambu. Tidak semua jenis tanaman bisa atau cocok untuk vertikultur. Untungnya, hampir semua jenis sayuran bisa digunakan, yang kebetulan juga memang sesuai keinginan saya berkebun sayur mayur untuk kepentingan dapur. Dalam hal ini saya memilih tomat dan cabe merah. Untuk media tanam saya gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam. Saya menggunakan bahan dan pola organik dalam bercocok tanam.
Baca lebih lanjut »
DIarsipkan di bawah: lingkungan | yang berkaitan: cabe, kebun, kebun vertikal, tanaman, tomat, vertikultur | 6 Komentar »
Ditulis pada 6 Juni 2008 oleh san
Meskipun rumah saya berukuran kecil (tipe 29), saya bersyukur bahwa kami memiliki halaman yang lumayan, sekitar 25 meter persegi. Cukup luas sebagai tempat bermain anak-anak, tapi sebenarnya masih kurang leluasa untuk berkebun dengan berbagai tanaman buah. Tipe rumah saya aslinya hanya memiliki lahan 72 meter persegi. Karenanya, kami memilih kavling di sudut (hook), untuk mendapatkan tambahan lahan. Saya sengaja membiarkan halaman terbuka, tanpa kanopi (awning). Halaman rumah saya dominan dengan tanaman rumput gajah mini, dekat dengan pagar di bagian pinggir saya tanami bambu cina. Di sudut kanan ada mangga apel, yang katanya penampilan buahnya sangat menggiurkan tapi rasanya asam sepat luar biasa. Lalu di sudut kiri ada pohon cempaka dan jambu air mengapit bak sampah. Agak ke tengah di depan jendela ada sebuah pohon kenanga dan tiga pohon jeruk beda-beda jenis (purut, limau, nipis), dan sekumpulan miyana (lihat juga gambar-gambar di tulisan tentang biopori).
Baca lebih lanjut »
DIarsipkan di bawah: lingkungan, sosbud | yang berkaitan: bunga, halaman, kebun, rumah, tanaman | 4 Komentar »
Ditulis pada 2 Juni 2008 oleh san
DIarsipkan di bawah: sosbud | yang berkaitan: bubarkan fpi | 9 Komentar »
Ditulis pada 20 Maret 2008 oleh san
Pada suatu perjalanan Bogor-UKI dengan bus terjadi sebuah kasus yang walaupun jarang tapi normal terjadi. Sesampai di UKI, saya tiba-tiba terbangun dari tidur karena ada ribut-ribut antara seorang penumpang dengan kondektur bus. Setelah sekian lama naik bus Bogor-UKI, baru kali ada kejadian seperti ini. Si penumpang tersebut mengaku membayar ongkos (Rp6.000) dengan uang sejumlah Rp51.000, dan menuntut kembalian sebesar Rp45.000. Sebaliknya, si kondektur bertahan bahwa semua kembalian sudah diberikan dan hitungan uang yang dia pegang sudah pas, sesuai dengan jumlah penumpang. Maka terjadilah tarik ulur. Baik si penumpang maupun si kondektur tidak ada yang mau kalah, yang tergambar dalam dialog berikut (tidak pas 100% dengan kenyataannya karena saya tidak ingat detil, tapi intinya masih sama).
“Waduh, gimana dong, Pak?”
“Ya, gimana, pokoknya semua kembalian sudah saya berikan. Bapak kali yang salah ngasih duit.”
“Ah, nggak mungkin, Pak. Itu uang saya satu-satunya yang tersisa.”
“Tapi hitungan saya sudah pas.”
“Makanya kembalian langsung dikasih aja, Pak.”
“Lho sudah saya kembalikan semua, kok.”
“Gimana dong, minta kebijaksanaannya deh, Pak. Saya gimana caranya ke kantor?”
“Bener bapak bayar 51.000 tadi?”
“Bener, Pak. Demi Tuhan, dan saya belum dapat kembaliannya.”
Baca lebih lanjut »
DIarsipkan di bawah: sosbud, transportasi | yang berkaitan: bogor, bus, kembalian, ongkos, perselisihan, uki | 10 Komentar »