Android vs iOS

ios-vs-androidThe more I think about it the clearer I see that Android and iOS take different paths. There’s always a set of policies behind the decision to implement certain features, protocols, restrictions or allowances the way they are. At the end it all roots back to the business models of their respective companies, i.e. how they make money… from us, the users. Don’t get me wrong, I’m not noting negative mark. I’m not talking about good/evil business practices.

The bottom line is it’s foolish to simply compare those platforms’ technical merits especially in favor of one while bashing another. I’m done doing it.

My suggestion to self — and whoever position themselves as (power) users rather than die hard fanboys or evangelists — just get the most out of the best of the platforms, make it worth the expense. When — or if — I do comparison, the purpose is to learn how to accomplish a particular task in both platforms, not to judge one is smarter and the other is stupid or lame.

footnote: yes, of course one can apply this to other platforms as well.

Original image was taken from http://www.techweekeurope.co.uk/wp-content/uploads/2010/09/ios-vs-android.jpg

Iklan

Koneksi internasional Speedy terganggu

Dari jam 11 siang (Jumat, 29/02) saya tidak bisa mengakses sejumlah website. Saya tidak tahu apakah ini hanya dengan Speedy atau berlaku umum, mengingat ini bukan hal aneh. Indonesia pernah mengalami gangguan parah karena gempa yang terjadi di Taiwan. Setelah memeriksa koneksi dari laptop ke modem dan tidak ada masalah, saya lalu mencoba koneksi ke server kantor. Dan ternyata tidak ada masalah juga, jadi saya mulai berkesimpulan bahwa mungkin gangguan koneksi internasional terjadi lagi. Saya mulai putus asa. Saya menelpon saluran customer care tapi hanya terdengar nada panggil tanpa ada jawaban sama sekali, dan saya makin pasrah. Selama setahun menggunakan Speedy hanya 1-2 kali saya mengalami gangguan berat pada koneksi.

Sepulang Jumatan saya menyalakan modem kembali. Karena koneksi dalam negeri sepertiniya masih berfungsi, saya mencoba mengakses situs Speedy dan saya memperoleh jawaban yang pasti. Sebuah informasi yang dimuat pada jam 10:09 menyebutkan,

Kami informasikan bahwa pada tanggal 29 Februari 2008 sekitar pukul 04.30 WIB link backbone jalur Jakarta-Batam terputus akibat terkena pekerjaan fly-over di Palembang, sehingga sebagian koneksi internet ke situs luar negeri mengalami gangguan Saat ini gangguan tersebut sedang ditangani dan diharapkan akan selesai diperbaiki dalam waktu dekat.

Baca lebih lanjut

Indonesia sudah sangat maju, tapi….

Beberapa tahun yang lalu saya pernah bermimpi tentang kemajuan teknologi negara kita tercinta ini, kalau tidak salah sudah hampir sepuluh tahun yang lalu. Saya sangat terkesan dengan mimpi ini sehingga saya sulit melupakannya. Ceritanya begini…

Ketika keluar dari rumah, saya mendapati kenyataan bahwa komputer bukan lagi barang mewah dan canggih. Komputer dijual secara keliling dan diangkut gerobak, sebagaimana layaknya sayuran atau barang-barang dagangan biasa lainnya. Saya tidak melihat sekitar atau kondisi lainnya, tapi yang pasti saya berkesimpulan bahwa Indonesia sudah sangat maju di bidang teknologi sampai komputer pun dijual dengan cara seperti itu. Tetapi, alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui orang-orang Jepang sudah bermukim di bulan (atau di planet selain bumi), dan mereka sudah berkoloni serta memiliki properti di sana. Sementara hanya segelintir orang Indonesia, yang super kaya, yang pernah berkunjung ke bulan atau planet apapun itu, sebagai wisata.

Setelah terbangun dari mimpi, saya termangu sambil mengingat-ingat kembali mimpi yang baru saja saya alami. Meskipun ketertinggalan kita akan teknologi pada saat sepuluh tahun lalu itu sudah sangat nyata, saya tetap merasa mimpi itu absurd. Baru kemarin saya yakin bahwa mimpi saya sepuluh tahun lalu itu tidaklah absurd. Visualisasinya barangkali agak aneh, tapi tetap saja sebuah kenyataan yang memang demikian adanya.

Kemarin, saya membaca berita di koran tentang peluncuran satelit Jepang yang memungkinkan negara itu mengakses Internet dengan kecepatan lebih dari 1Gbps. Sebelumnya saya sudah pernah membaca bahwa Jepang sedang mengadakan riset untuk mencari pengganti Internet yang ada sekarang, menjadi jauh lebiih cepat, lebih aman, dsb. Tetapi, tetap saja saya termangu. Aspek “lebih cepat” itu ternyata telah diwujudkan lebih cepat dari yang saya sangka. Sementara kecepatan tertinggi yang masih mungkin kita nikmati di Indonesia barangkali belum melebihi 3,5Mbps. Ya, saya hanya bisa termangu, dan saya pun teringat mimpi tukang loak berkeliling jual komputer dalam gerobak.

Blogged with Flock

Tags: , , , ,