Bangsa Tempe dan Bukan Bangsa Tempe

TempeSaya berasal dari daerah yang secara tradisi bukan “tempemania”. Beruntung salah satu tetangga saya yang aslinya dari Jawa, yang juga orangtua dari salah satu sahabat saya, memiliki usaha tempe dan berhasil “memonopoli” penjualan tempe. Jadi sejak kecil, saya mencicipi tempe dan langsung jatuh cinta. Anehnya, ibu saya sepertinya mengerti betul model masakan tempe yang pas buat saya. Pernah pada suatu saat, saya disarankan oleh seorang tetangga untuk tidak makan tempe karena sebelum jadi tempe kedelainya diinjak-injak pakai sepatu bot (mungkin maksud dia derajatnya sebagai makanan jadi rendah, juga kotor). Barangkali juga, karena bercermin dari proses ini Presiden Soekarno lantang berteriak bahwa kita bukan bangsa tempe, bukan bangsa yang begitu saja mau diinjak-injak oleh pihak manapun hanya untuk dibentuk sesuka hati. Juga bukan bangsa yang lembek seperti tempe.
Baca lebih lanjut

Iklan