Hujan masih setia di Bogor

Setengah perjalanan bulan Maret sudah berlalu. Hujan masih saja turun di Kota Bogor. Siapa bisa menyalahkan? Memang Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Walaupun tidak setiap hari, hujan senantiasa turun dengan membawa misi dari penciptanya. Sebagian besar kita (termasuk saya yang masih sering bertanya-tanya), memperlakukan hujan berdasarkan kepentingan. Bagi yang daerahnya dilanda kekeringan, atau yang sedang bergulat melawan panas matahari, atau sang petani yang sedang membutuhkan air untuk kesuburan tanah dantanaman, hujan tentu disenangi (walau hanya sebagian kecil yangmensyukuri). Sebaliknya bagi yang sedang ingin menjemur cucian, atau menjemur kasur (karena keompolan anak seperti dalam kasus saya), atau yang sedang ingin bepergian, atau yang sedang menyelenggarakan acara, hujan sepertinya sebuah bencana, atau setidaknya halangan, dan dengan sendirinya dibenci dan dicaci (boro-boro bersyukur!).

Baca lebih lanjut

Iklan