Surat untuk Aburizal Bakrie

Piala AFF sudah berlalu, dan selamat untuk Malaysia sebagai juara. Namun, saya, seperti juga kebanyakan masyarakat Indonesia sangat bangga dan menghormati semangat dan daya juang para pemain tim nasional di lapangan. Apalagi mereka memenangkan pertandingan final leg ke-2 ini dengan skor 2-1 tanggal 29 Desember 2010 di Stadion Gelora Bung Karno. Memang tak cukup untuk merengkuh juara karena kalah agregat 2-4 setelah kalah 0-3 di final leg ke-1 di Malaysia 26 Desember 2010.

Yang masih jelas tersisa adalah kekesalan masyarakat atas cara-cara PSSI menangani timnas dan politisasi dari berbagai pihak. Tidak heran selama berhari-hari tuntuan supaya Nurdin Halid, ketua PSSI, turun sangat menggema. Hal yang sebenarnya sudah diinginkan sejak bertahun-tahun. Bahkan tagar #NurdinTurun sempat menjadi trending topic di Twitter.com.

Pagi ini di mailing list Kampung Gajah (id-gmail@googlegroups.com) saya membaca sebuah email yang mengutip komentar di forum Tempo Interaktif. Sangat mendalam, sangat mengena, mewakili sentimen masyarakat atas politisasi atas timnas. Dan saya kutip seluruhnya di bawah ini beserta tangkapan layarnya.

Baca lebih lanjut

Menyongsong Pesta Blogger 2010

@rara79 manusia kursi #pb2010Tak terasa Pesta Blogger mulai bergaung lagi. Dari woro-woro di berbagai jaringan sosial, muncul wacana untuk mengusulkan siapa yang pantas mengomandani kegiatan besar ini. Nama yang paling sering disebut adalah Irayani Queencyputri (Plurk: @rara79, Twitter: @rara79). Beberapa hari kemudian resmilah Rara, panggilannya, dinobatkan sebagai manusia kursi PB2010.

Seperti diakui sendiri oleh Rara, ini adalah sebuah beban besar dan jabatan paling berbahaya di dunia perbloggingan Indonesia. Banyak pihak yang berkepentingan (stakeholder) di sini, bukan hanya para blogger, tapi juga para perintis pesta blogger, sponsor, bahkan pemerintah. Dan, secara tidak langsung, masyarakat luas pun bisa dihitung sebagai pemangku kepentingan. Meskipun berat, saya percaya sosok Rara yang pekerja keras punya kapasitas dan kemauan untuk memikul tanggung jawab ini, akan mengawalinya dengan baik dan mengakhirinya dengan baik pula.

Sebagai pihak yang paling berkepentingan dengan acara ini, sudah selayaknya para narablog menyuarakan harapan, aspirasi, kebutuhan dan kenginannya, baik secara individu maupun melalui komunitasnya. Bukan sekedar ikut serta dan hadir, bukan sekedar partisipan supaya tidak menjadi PartyPisan™ :D Kontribusi minimal Anda sekalian adalah bersuara, memberi saran dan masukan. Rara sudah punya konsep awal dan harapan untuk PB2010. Mari kita bantu dengan doa, semangat, pikiran, kerja keras, apapun yang kita miliki.

Saya sendiri berharap agar Pesta Blogger tidak hanya bermanfaat bagi blogger atau panitia, tapi juga masyarakat luas. Pesta Blogger bukan melulu diskusi tentang blog. Pesta Blogger bukan pameran teknologi. Pesta Blogger bukan sekedar tempat nampang logo-logo sponsor. Pesta Blogger bukan parade pidato pejabat. Pesta Blogger adalah milik semua blogger, blogger yang menjadi bagian dari komunitas, lingkungan, dan masyarakatnya.

Selamat bekerja, Rara. Tanggung jawab bukan hanya sekedar beban jika dijalani dengan kesungguhan dan ketulusan. Seiring dengan perjalanan nanti, bantuan dan dukungan akan mengalir.

Catatan: Gambar adalah karya Rony Lantip.